Subang, MCB – Banjir Pamanukan, Subang, Jawa Barat, terus meluas akibat meluapnya Sungai Cipunagara. Warga terus berbondong-bondong mengungsi ke berbagai tempat demi menghindari semakin tingginya air luapan sungai Cipunagara tersebut.
Pantauan awak media Jumat (30/1/2026), ribuan pengungsi terpantau memadati kolong Flyover Pamanukan sepanjang 800 meter tersebut.
Selain itu, pengungsi juga telah memadati Masjid Besar Al-Mukhlisin di samping kantor Kecamatan Pamanukan.
Para warga mengungsi hanya membawa beberapa helai pakaian dan karpet sebagai alas tidur karena rumahnya sudah terendam banjir lebih dari 1 meter. BPBD, Tagana, dan pihak kepolisian terus melakukan evakuasi warga untuk dibawa ke lokasi pengungsian karena ditakutkan air Sungai Cipunagara terus meluap. Kata Pengungsi “Pengungsi saat ini jumlahnya makin banyak mencapai ribuan, hampir 75 persen warga Desa Mulyasari semuanya mengungsi,” ujar Wawan.
Wawan mengaku memilih mengungsi di flyover karena dekat dengan rumah dibandingkan mengungsi di Masjid Al-Mukhlisin Pamanukan yang jauh.
“Seperti biasa, saya mengungsi di kolong flyover, rumah sudah terendam lebih dari 1 meter, air tambah naik. Saat ini diperkirakan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 1.000 orang karena terlihat padat banget di kolong flyover,” katanya.
Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Pamanukan mengevakuasi lansia yang sakit terjebak banjir di rumahnya.
“Tadi seorang lansia dalam keadaan sakit kami evakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Pamanukan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pamanukan Iptu Tono Hendraatmoko.
Makin Tinggi dan Meluas. Kalak BPBD Subang Udin Jazudin mengatakan banjir Pamanukan makin tinggi dan meluas, warga kembali mengungsi. “Kami saat ini fokus evakuasi warga dulu, takut banjir makin tinggi akibat luapan Sungai Cipunagara tersebut. Mudah-mudahan tanggulnya tidak jebol,” katanya.
Warga korban banjir saat ini sementara diungsikan di beberapa tempat seperti masjid dan kolong flyover. “Paling banyak pengungsi saat ini di kolong flyover dan Masjid Al-Mukhlisin,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan awak media, banjir juga telah merendam jalan provinsi di sebelah timur Pusat Pertokoan Pamanukan, sepanjang sekitar 200 meter. Selain itu, luapan Sungai Cipunagara juga telah merendam Jalur Pantura arah Cirebon-Jakarta, kendaraan pun terpantau mulai tersendat. (Abdulah)

