
Kabupaten Cirebon, MBC – Dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026, digelar kegiatan bertajuk Road Show Dialog Budaya/Ngaji Budaya yang mengangkat manuskrip Ki Gede Bungko serta ritus seni Tari Perang Angklung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Kapetakan, tokoh adat Desa Bungko, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XII dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Mujiarto.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Abraham Mohamad, menyampaikan dukungan penuh terhadap kajian konsep budaya Cirebon yang digagas oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto.
“Mudah-mudahan ke depan DPRD tingkat kabupaten dapat mendukung pola-pola seperti ini, sehingga kita dapat mengetahui potensi kedaerahan di tingkat kecamatan dan desa. Karena masih banyak peninggalan sejarah, seni, dan budaya, termasuk masjid serta rumah adat Cirebon, yang harus kita lestarikan,” ungkapnya.
Diketahui, dialog budaya merupakan proses interaksi dan pertukaran ide, nilai, serta ekspresi artistik yang dilakukan secara terbuka, jujur, dan saling menghormati antarindividu maupun kelompok dengan latar belakang budaya yang beragam. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama, mengurangi prasangka, serta memperkuat kohesi sosial dan kolaborasi di tengah masyarakat.
Beberapa aspek penting dalam dialog budaya meliputi keterbukaan dan penghormatan, pertukaran ide dan tradisi, serta tujuan kolaboratif untuk mencari solusi bersama atas perbedaan yang ada. Dialog budaya dapat berlangsung dalam berbagai konteks, mulai dari forum kebijakan pemerintah, pertukaran seni dan budaya, hingga interaksi di tingkat masyarakat umum.
“Secara keseluruhan, dialog budaya menjadi jembatan untuk merawat keberagaman dan memperkuat persatuan,” ujar salah satu tokoh adat yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Sispono)

