
Cirebon, MCB – Dugaan pengurangan menu dan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidawangi, Kabupaten Cirebon. SPPG tersebut berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Delta Cirebon, beralamat di Jalan Pangeran Kejaksan, Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Jawa Barat.
Informasi dugaan tersebut terungkap setelah sejumlah warga Desa Sidawangi dan Matangaji menyampaikan keluhan kepada wartawan. Warga menilai menu MBG yang diterima balita hanya berupa makanan ringan (keringan) dengan porsi yang dinilai tidak sebanding dengan besaran anggaran.
Menurut keterangan warga, paket MBG untuk balita yang dibagikan sekaligus untuk empat hari, terhitung Rabu hingga Sabtu (7/2/2026), hanya berisi empat kotak susu kemasan ukuran 115 ml, dua buah roti ukuran sedang, dua butir telur rebus, serta tujuh butir buah lengkeng.
“Jika dihitung, nilai menu MBG balita untuk empat hari itu diperkirakan hanya sekitar Rp27 ribu. Padahal anggaran MBG ditetapkan Rp8 ribu per porsi per hari. Ini sudah mengarah pada dugaan pengurangan jatah,” ujar salah satu warga Matangaji yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (5/2/2026).
Warga bahkan menduga adanya keuntungan yang diambil oleh pihak pengelola dengan mengurangi porsi MBG tersebut. Atas kondisi itu, mereka meminta agar penyaluran MBG dialihkan dari SPPG Sidawangi ke SPPG Sumber, yang dinilai memiliki kualitas menu lebih baik.
“Dengan porsi seperti ini, keuntungannya terlalu besar. Lebih baik MBG balita dipindahkan saja ke SPPG Sumber, menunya jauh lebih layak,” keluh warga.
Keluhan serupa juga disampaikan terkait menu MBG bagi siswa MTs dan SMP yang bersumber dari SPPG Sidawangi. Untuk menu hari Sabtu (7/2/2026), siswa disebut hanya menerima satu kotak susu ukuran 115 ml, satu bungkus kecil kacang goreng, serta satu buah roti kecil tanpa disertai buah.
Padahal, menu MBG bagi siswa MTs/SMP masuk kategori menu besar dengan nilai anggaran sebesar Rp10 ribu per porsi. Pihak sekolah menyebutkan bahwa buah akan dibagikan menyusul.
Sementara itu, Fauzan, salah satu pengurus Yayasan Pendidikan Delta Mundu selaku pengelola SPPG Sidawangi, membantah adanya pengurangan porsi MBG. Saat dikonfirmasi di tempat kerjanya, Kamis (5/2/2026), ia menyatakan bahwa menu MBG telah disesuaikan dengan ketentuan dan nilai anggaran.
Ia merinci, menu MBG keringan bagi balita untuk empat hari mencapai sekitar Rp32 ribu. Rinciannya, susu kotak Rp3.500 per buah dikalikan empat menjadi Rp14 ribu, dua buah roti Rp5 ribu, dua butir telur rebus Rp5 ribu, serta tujuh butir buah lengkeng premium sekitar Rp7 ribu.
“Jika ditotal, nilainya sudah mendekati Rp32 ribu untuk empat hari, sesuai dengan anggaran Rp8 ribu per hari,” jelas Fauzan.
Terkait menu MBG bagi siswa MTs/SMP, Fauzan juga menepis tudingan pengurangan porsi. Menurutnya, menu yang diberikan terdiri dari satu kotak susu seharga Rp3.500, satu bungkus kacang bawang Rp1.500, satu buah roti Rp2.500, serta buah berupa pir atau jeruk mandarin dengan kisaran harga Rp7 ribu yang akan diberikan kemudian.
Ia mengakui bahwa pembagian buah seharusnya dilakukan bersamaan, namun dilakukan terpisah dengan alasan menjaga kualitas buah agar tidak cepat rusak. (Bisri)

