
Subang, MCB – Fenomena warga mengais uang koin di kawasan Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, yang berbatasan dengan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Aktivitas yang telah lama berlangsung di jalur Pantura itu dinilai berbahaya, terutama saat arus mudik Lebaran ketika volume kendaraan mulai meningkat.
Pantauan awak media, puluhan warga terlihat berjajar di sepanjang bahu jalan sambil membawa sapu dari ranting pohon. Saat pengendara melintas dan melemparkan uang koin, mereka langsung berlari ke tengah jalan untuk berebut koin tersebut.
Aksi nekat itu kerap membuat pengendara harus mengerem mendadak guna menghindari kecelakaan. Meski berisiko tinggi, aktivitas menyapu koin tetap dilakukan karena menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sebagian warga setempat.
Salah seorang penyapu koin, Juminah, seorang janda tua yang memiliki cucu, mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya merasa takut melakukan aktivitas tersebut. Namun, kondisi ekonomi membuatnya tetap nekat menyapu koin demi mencari nafkah untuk keluarganya.
“Takut sih takut sebenarnya, tapi mau bagaimana. Namanya juga saya sudah tua, apalagi sudah tidak punya suami. Buat memberi makan cucu juga, karena bapaknya sudah meninggal, jadi terpaksa seperti ini,” ungkapnya.
Juminah menuturkan, setiap hari ia tetap berada di lokasi tersebut meski harus menghadapi panas terik maupun hujan. Penghasilannya pun tidak menentu karena bergantung pada jumlah koin yang dilempar para pengendara.
“Untuk pendapatan tidak tentu, namanya juga rezeki. Kadang-kadang sehari dapat Rp50 ribu, kadang-kadang Rp30 ribu. Kalau sedang rezeki bisa sampai Rp70 ribu,” tuturnya.
Juminah mengatakan, saat momentum arus mudik biasanya pendapatannya meningkat karena banyak pengendara yang menaburkan uang. Namun, pada saat yang sama, mereka juga kerap dikejar aparat kepolisian yang melarang aktivitas tersebut.
“Kalau lagi arus mudik kadang-kadang pendapatannya bisa lebih dari Rp100 ribu. Tapi sering juga dikejar-kejar polisi karena disuruh pergi. Polisi juga melarang pemudik menaburkan uang dan bisa kena denda,” katanya.
Meski menyadari aktivitas itu berbahaya, Juminah mengaku tetap berusaha berhati-hati saat mengambil koin di jalan.
“Kalau bahaya ya sebenarnya bahaya, tapi saya juga hati-hati. Pinginnya sih selalu diberikan keselamatan, karena sudah tua juga dan tidak bisa kerja lain. Ke sawah juga tidak kuat karena kaki sudah sering kram,” pungkasnya.
Dengan adanya aktivitas warga yang menyapu koin tersebut, para pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Jembatan Sewo di jalur Pantura, Kecamatan Sukra, Indramayu, Provinsi Jawa Barat, terutama pada momen arus mudik Lebaran ketika volume kendaraan meningkat. (Abdulah)

