Kediri-MCB
Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah peresmian Kampung Perlindungan Organik Minim Residu sekaligus panen raya padi di Desa Dayu, Kecamatan Purwoasri, pekan lalu. Acara yang digelar Himpunan Mitra Produksi Organik (HIMPO) Indonesia ini menjadi bukti dukungan terhadap visi ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
Kegiatan panen raya dilakukan di lahan seluas 77 hektare yang menggunakan sistem pertanian ramah lingkungan berbasis pemupukan berimbang (organik dan anorganik). Ini sekaligus menandai lahirnya kampung pertanian berbasis pemupukan berimbang pertama di Jawa Timur.
Ketua HIMPO Indonesia, M. Parto, menyatakan bahwa pola pertanian ini sejalan dengan semangat swasembada pangan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin mengembalikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang. Integrasi pupuk organik Petroganik dan anorganik secara proporsional terbukti meningkatkan hasil panen sekaligus memperpanjang umur tanah,” ujarnya.
Parto menambahkan, kehadiran kampung organik ini diharapkan bisa menghasilkan beras berkualitas ekspor.
“Indonesia punya potensi besar. Jangan hanya untuk konsumsi lokal, tapi harus bisa menembus pasar global,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan 2025, produktivitas pertanian Jatim meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi diprediksi mencapai 8,2 juta ton hingga Agustus 2025.
“Dengan pemupukan berimbang, hasil pertanian bisa meningkat tanpa perlu perluasan lahan. Ini bukti kombinasi organik dan anorganik efektif,” jelas Heru.
Direktur Pupuk Kementerian Pertanian RI, Jekvy Hendra, mengapresiasi inisiatif HIMPO Indonesia. Dia menilai langkah ini strategis untuk cepat mencapai swasembada pangan.
“Target swasembada bisa tercapai dalam 6-12 bulan ke depan. Jatim, khususnya Kediri, menjadi salah satu pusat pertanian berbasis pemupukan berimbang,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kediri, Sukadi,menyatakan dukungan penuh Pemkab terhadap program ini.
“Kami akan perluas ke lebih banyak desa. Dengan dukungan koperasi tani, pelatihan, dan distribusi pupuk, petani Kediri akan lebih sejahtera,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh tokoh petani, kelompok tani, perangkat desa, perwakilan Pupuk Indonesia, dan pemerintah daerah, menandai komitmen bersama mewujudkan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. (Ningsih)