
Subang, MCB – Kebijakan pengobatan dan rotasi kepala sekolah SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang memicu sorotan publik. Isu ini kembali mencuat setelah Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), resmi memberikan pengugasan baru kepada 238 kepala sekolah serta melantik 20 pejabat fungsional di Aula Pemkab Subang (19/5/2025 ).
Langkah rotasi massal ini menuai beragam tanggapan dan kritik tajam dari para pengamat pendidikan maupun elemen masyarakat terutama para K3S dan para kepala sekolah.
Kritik yang muncul terhadap kebijakan perombakan posisi kepala sekolah ini umumnya fokus pada Momentum yang Kurang Tepat.

Pentolan ormas Sundawani Wirabuana kabupaten Subang, Yosep menilai pergeseran posisi kepala sekolah sering kali dilakukan di tengah agenda krusial sekolah yang belum tuntas. Contohnya seperti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penyusunan rapor, atau penandatanganan izin ijazah siswa. “Penyesuaian mendadak ini dapat mengganggu manajemen administrasi sekolah. Bahkan beberapa keputusan transfer dinilai kurang mempertimbangkan domisili kepala sekolah dan keadaan fisik kepala sekolah,” ujar Yosep dikutip Kompas SBS.
Terdapat keluhan di mana kepala sekolah yang tinggal di wilayah dekat sekolah kini dipindahkan ke lebih jauh dari kediamanya.
ironisnya kepala sekolah yang beberapa bulan memasuki masa pensiun dan diponis sakit (sedang menjalankan perawatan berobat kontrol, harus banyak istirahat ) malah dipaksa pidah tanpa melihat usulan draf dari K3S, konon seolah-olah pihak dinas memperparah penyakitnya.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, Hambatan jarak ini dinilai berpotensi menurunkan efektivitas dan produktivitas kerja dalam memimpin sekolah. Seharusnya pihak dinas lebih peka terhadap hal yang kritis seperti ini. Tandas Yosep.
Publik menuntut agar penunjukan kepala sekolah terbebas dari kepentingan politik dan praktik pungutan pembohong (pungli). Dinas Pendidikan menuntut ketatnya menyaring kompetensi kepemimpinan, dan penggunaan hati serta hati nurani bahkan memakai kaca pembesar. mengingat beberapa kasus tata kelola dan infrastruktur sekolah di Subang sempat viral dan mendapat teguran keras dari tingkat provinsi.
Diharapakan rotasi dan pengobatan terbut segera dikaji ulang, sebelum badai pendidikan akan lebih terpuruk. (Abh)

