
Mandailing Natal, MCB — Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Zulham Efendi alias Maleh, korban kecelakaan bus ALS Nopol BK 7346 yang terjadi di Jalan Lintas Sumatra. Sosok Maleh diketahui merupakan sopir kedua dalam bus nahas tersebut.
Ayah korban, Gusti Pulungan (66), rela menempuh perjalanan jauh dari Bogor demi memastikan identitas jenazah yang diduga merupakan anak kandungnya. Pertemuan yang telah lama dinantikan justru berubah menjadi momen paling menyakitkan dalam hidupnya.
Selama tiga tahun terakhir, Gusti Pulungan diketahui tidak pernah bertemu dengan putranya yang tinggal di Medan. Dengan langkah lemah dan penuh kesedihan, ia menyerahkan sampel DNA kepada petugas untuk proses identifikasi korban.
Air mata tak mampu lagi dibendung saat pria lanjut usia itu menahan pilu mendalam atas kepergian anaknya.
“Beliau datang dengan satu harapan terakhir, memastikan bahwa jenazah itu benar-benar anaknya,” ujar salah seorang kerabat keluarga.
Perjalanan yang seharusnya menjadi momen melepas rindu berubah menjadi duka yang membekas. Gusti Pulungan datang bukan untuk berpelukan hangat dengan sang anak, melainkan untuk memastikan jasad korban kecelakaan tersebut adalah Zulham Efendi alias Maleh.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah almarhum akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Panyabungan II, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, untuk dimakamkan.
Keluarga dan masyarakat turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan tersebut. (Sutan Nasution)

