
Pematangsiantar, MCB – Gerakan Pemuda Sumatera Utara (GEMPA) menuntut dan menolak hasil pencalonan Direktur Teknik PDAM Tirta Uli Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara. Mereka meminta agar PDAM maupun panitia pelaksana seleksi memaparkan proses secara transparan serta menolak adanya gratifikasi terhadap calon Dirtek.
Selanjutnya, GEMPA juga menegaskan agar dalam proses pencalonan Direktur Teknik tidak ada intervensi dari luar lembaga PDAM Tirta Uli Pematangsiantar.
Hal tersebut disampaikan Koordinator GEMPA, MHD Rifahmi, saat bertemu dengan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dirtek PDAM Tirta Uli Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Pansel Dirtek PDAM Tirta Uli Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, SSTP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, menjelaskan bahwa proses pencalonan Direktur Teknik telah berjalan sesuai prosedur dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan terhadap delapan orang calon peserta.
“Seluruh persyaratan, termasuk kualifikasi ijazah dan pengalaman kerja minimal lima tahun, telah dipenuhi para calon,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak panitia seleksi siap menerima aspirasi dari masyarakat Kota Pematangsiantar terkait proses perekrutan Direktur Teknik PDAM Tirta Uli. (S. Hadi Purba)

