
Indramayu, MCB – Kasus dugaan Tipikor uang ijon proyek yang menyeret nama Bupati Indramayu, Lucky Hakim dan staf khusus, Salman AL-Farisi. Berbagai kalangan masyarakat meminta kepada tim Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, segera melakukan tindakan secara tegas dan terukur melalui operasi tangkap tangan seperti yang terjadi di daerah lain di Indonesia.
Dugaan kuat tindak pidana korupsi yang terjadi dilingkungan Pendopo Indramayu, modus korupsinya diketahui telah terjadi mirip dengan apa yang dilakukan sejumlah kepala daerah lain yang sudah terkena operasi tangkap tangan KPK, perkara serupa diduga telah terjadi di Kabupaten Indramayu secara berjamaah antara pihak pejabat Pemerintah dengan pihak swasta, “Untuk itu, saya minta kepada tim KPK segera ambil tindakan OTT secara profesional”. Peristiwa tersebut, disampaikan penggiat anti korupsi, Taufik alias wong reang kepada MCB, sembari menantang Bupati Lucky Hakim kalau mengelak ditantang Sumpah Pocong di Masjid Agung, tegasnya.
Selanjutnya, wong Reang menunjukan lokasi sejumlah proyek yang sudah diplot untuk pengusaha tersohor Kasdol yang pernah terseret kasus OTT KPK tahun 2019 yang lalu.
Lebih mirisnya lagi kata wong reang, Bumi Wilalodra kini diduga keras dipimpin Salah seorang Bupati Koruptif dan perkara itu telah terjadi secara masif, tersetrukrur dan ter organisir. Semisal proyek normalisasi pembuang kali Ceblok APBD tahun anggaran 2026, bernilai Rp 2,3 miliyar lebih, sebelumnya proyek itu sudah di kondisikan sebagai pemenangnya oleh pihak terkait menggunakan bendera orang lain. “Dengan catatan uang ijon proyek sudah aman diduga mengalir ke Lucky Hakim bernilai miliyaran rupiah”.
Seperti yang dilakukan salah seorang pengusaha asal Desa Pekandangan Kasnadi alias Kasdol, kabarnya beberapa waktu yang lalu Kasdol sudah menyetor sejumlah uang ijon ke Lucky melalui bandar proyek dan staf khusus Salman. Kalau sejumlah nama yang saya sebut membantah atau mengelak, saya tantang sumpah pocong di Masjid Agung”, tantang wong Reang kepada MCB. Kamis (7/5/2026).
Wong Reang menambahkan, sejumlah nama pengusaha lain selain Kasdol masih banyak pengusaha lain yang sudah menyetor uang haram mengalir ke Bupati Lucky Hakim pasti akan mendapatkan paket proyek dan sebelumnya sudah di atur oleh pihak Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik sebagai pemenang tender, di antaranya “Proyek peningkatan jaringan daerah irigasi Sangkep APBD tahun 2026 bernilai Rp 2,9 miliyar lebih kabarnya proyek tersebut akan dimenangkan saudara Ulun, selain itu ada kegiatan proyek peningkatan jaringan daerah irigasi Sumber Mas nilai Rp 4,9 miliyar lebih akan dimenangkan salah seorang pengusaha biasa disapa Feri serta Proyek Rehabilitasi Embung Desa Tugu Kidul nilai Rp 989 juta lebih proyeknya akan dimenangkan Kuwu Maman dan seterusnya,” pungkas wong Reang kepada MCB.
Ditempat yang sama, hingga kini Bupati Indramayu, Lucky Hakim dan stafsus Salman belum mau memberikan keterangan ke publik terkait kasus tersebut, padahal saat itu Bupati ada di ruang kerjanya, namun di mendadak pergi keluar Pendopo, “Bupati ada pak”, terang singkat Prasetya Maulana kepada MCB, (Tim).

